Tampilkan postingan dengan label Honda Blade 110R. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Honda Blade 110R. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

Honda XL BERANI TAMPIL BEDA



Banyak yang kecele tunggangan Tonny Aditawarman. Sekilas orang kira Honda CB100. “Padahal ini asli Honda XL. Nyaris serupa memang dengan CB. Namun tampilannya rada gambot ketimbang CB,” buka Tonny Onchew, sapaan karibnya.

Sedikit mengulas riwayat XL ini, sekitar taun 80-an, merupakan kendaraan dari instasi pemerintah. Kerap digunakan dinas pertanian serta perhutani. Apalagi ditambah kapasitas mesin 125 cc, layak diandalkan menyusuri perkebunan serta hutan.

Kini di tangan Oncew, tampilan standar Honda XL berubah 180 derajat. Bentuk terkesan lebih berotot dan semakin kekar.

“Selain memang kerap digunakan nyu­sruk alias ikutan adventure, juga se­ring dipake jika sedang jadi juri dalam balap grasstrack,” ujar anggota biro roda dua Pengprov IMI Jabar ini.

Guna mengejar tampilan motor petualang, Oncew coba terapkan tema sesuai bentuk trail adventure tersebut. Bahkan ditambah variasi pendukung hingga detailnya.

Pertama, peredam kejut depan. Sok asli dari Suzuki TS125 diterapkan guna mengejar tampilan tinggi. Ini juga menyesuaikan postur tubuh Oncew. Ditambah pemasangan pelek TK diameter 21 inci.

Sedang belakang sengaja dipasang diameter 18 inci yang ditopang sokbeker YSS.
Kedua pelek tersebut lantas dibalut ban Kenda tipe Enduro dan Track Master yang identik dengan alur model tahu.


Guna penunjang tampilan, variasi pendukung lantas diterapkan. Setang dipasang dari Protaper, untuk handguard dipercaya produk UFO.

Warna oranye ngejreng hasil laburan dari bengkel cat Mif Aibrush yang beken di Tasikmalaya, sengaja dipilih Oncew. Sedang unsur pemanis guna mengejar tampilan kental motor adventure, dipasang stiker model decals garapan dari Hawex Custom.

Urusan mesin, kapasitas mesin XL yang 125 cc dianggap kurang mumpuni. Untuk itu, mesin terpaksa adopsi dari Honda Tiger yang memiliki kapasitas 200 cc. Namun tidak semua mesin Tiger nemplok. Untuk rasio tetap mengusung punya XL yang punya 5 percepatan.

Sebagai penyuplai bahan bakar, kaburator 24 Keihin dipasang. “Saluran pelepas gas buang bagian lehernya handmade, sedangkan silencer dari SND,” jelas Once sambil bilang suaranya kini lebih padat.

Yang bikin heboh, motor ini sempat ada yang berani nawar 20 jeti lho. Namun Oncew enggan untuk menjualnya, dengan alasan sayang jika sampai dijual. “Tapi, kalo ada yang berani Rp 25 juta, di­ju­al deh, “ kekeh Tonny Oncew

DATA MODIFIKASI
Teromol : KLX 150S
Sepatbor : Acerbis
CDI : BRT
Tail lamp : Zeta


sumber: motorplus-online

HONDA TIGER REVO ALA STREET FIGHTER











Dibalik kuatnya idealisme street fighter (SF) di Kota Purwokerto, ternyata masih ada builder yang membuat modifikasi fairing ala racing. Dialah Suswanto, pemilik sekaligus builder dari Billy Custom (BC), Purwokerto. Coba aplikasi di Honda Tiger Revo.Tentu saja agar bagus konsepnya harus jelas, biar terlihat benar-benar ala racing. Makanya konsep mengambil dari produk motor KTM seri RC8. Penerapan konsep RC8 tentu mendapat revisi sesuai sasis Tiger Revo yang kecil. Alias tidak asal caplok, namun memakai perhitungan dimensi dan proporsional.


Contonya ketika aplikasi tulang belakang yang nungging abizz. Frame buritan asli dipangkas mulai ujung belakang sampai tulang yang nempel di belakang centre back bone. Otomatis sasis asli hanya tersisa pada bagian atas mesin hingga as lengan ayun saja. Sebagai sasis baru, Wanto memakai pipa 22,5 mm untuk bagian dalam bodi buritan.

Sedangkan untuk sasis tralis, builder ramah ini memakai pipa 1 inci. Bukan cuma pajangan lho, frame tralis ini, benar-benar berfungsi. Sebab tulang ekor bagian bawah nemplok di sasis tralis ini.

Untuk proporsional bodi, memang sangat diperhatikan, termasuk untuk fairingnya sendiri, “Saya perhitungkan dan diolah dalam sketsa, agar hasil akhir matang. Termasuk pola windshield,” promo builder yang buka gerai di Jl. Unwiku No. 26, Karang Salam, Purwokerto

 Makanya bentuk akhir sangat mirip RC8, aplikasi setang jepit pendek pun identik motor asal Austria itu. “Memang untuk setang dibuat hampir sejajar dengan tinggi jok agar seperti motor aslinya,” cuap builder yang masih memakai sok depan orisinal Revo ini.

Sedangkan komponen kaki-kaki buritan, ayah satu putra ini part hand made. Untuk bentuk tentu saja menyesuaikan dimensi motor. Materialya menggunakan pelat besi 4 mm yang diolah sesuai konsep.

Tinggal finishingnya, bodi dilabur hitam oranye sesuai identitas KTM yang bukan Inul ini. Racikan kelir ini kombinasi Lessonal dan Sikkens untuk polirednya agar kinclong.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Corsa 110/70-17
Ban belakang : Corsa 150/70-17
Sok belakang : Satria 120
Pelek : Rossi
Lampu : Variasi
BC : 0852-2796-6604


sumber : motorplus-otomotif.net