Tampilkan postingan dengan label variasi honda mega pro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label variasi honda mega pro. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 September 2012

HONDA MEGA PRO, LEBIH PILIH STREET TRACKER

Aliran Jap’s Style nampaknya coba dikesampingkan Ery Radixa. Karena menurutnya, konsep modif yang dilakukan sudah sangat umum di Tanah Air. Itu yang akhirnya membuat pria yang tinggal di Cibubur, Jawa Barat ini memilih style street tracker buat di Honda Mega Pro miliknya.

“Apalagi, motor ini memang suka dipakai harian dari rumah ke toko. Jadi harus beda dari yang lain,” ungkap pria yang usahanya bergerak di sepeda gunung dan beragam variasinya itu.

Tapi, dalam konsep yang diterapkannya, Ery tak sendiri. Doi dibantu sahabatnya yang bernama Ardy Mulyono alias Pa’De dari B’Set (Berendalan Setan Tebet). “Konsep awal ditentukan bersama. Mulai dari bentuk hingga warna dan pemakaian part,” kata Pa’De.
 

Spidometer diletakan di tangki!
Usai konsep digambar dan ditentukan bentuknya, proses modifikasi pun berlangsung. Keduanya, menunjuk Didik dari Rendy‘s Motor di dekat tempat tinggal Ery di Kota Wisata, Cibubur. “Iya, pelaksana modif oleh Didik,” timpal Ery yang berkacamata.

Sasis bawaan Mega Pro, tak semua dipakai. Terutama, dari bagian sub frame. Karena rangka penopang tempat duduk pengendara dan boncengan ini butuh penyesuaian lagi terhadap konsep yang baru.

Dua ukuran pipa berbeda diandalkan buat bikin subframe baru. Buat sisi atas, pakai pipa seamless diameter 1/2 inci. “Kalau yang bagian bawah atau untuk menopang sasis atas, pakai ukuran lebih besar. Yaitu, 3/4 inci,” kata Ery yang mewakili Didik.
 

Striping sporty di bodi belakang, Ban belakang sengaja tak terlalu lebar
Agar sesuai desain tracker, panjang sasis belakang juga ikut disesuaikan. Jika diukur dari frame lama, subframe ini lebih pendek sekitar 15 cm. Kemiringannya pun dibuat lebih datar!

Karena bagian atas telah alami ubahan, maka lengan ayun juga disentuh pemakaian part berbeda. Didik mengandalkan swing arm berbentuk kotak dari Kawasaki Kaze. Malah, tak banyak seting yang dilakukan buat pasang arm dari pacuan bebek Kawasaki itu.


Penyesuaian juga berlanjut ke bagian komstir. Masih pakai bawaan Mega Pro, tapi sudut rake Mega Pro yang sedikit centang dibuat lebih menjorok ke dalam sisi pengendara. Ini membuat gaya berkendara menjadi lebih tegak. Seolah, lebih sigap. Apalagi, ditemani fork alias suspensi teleskopik berdiameter besar dari Suzuki Bandit 400.

Ada suguhan menarik dari pacuan ini. Yaitu, aplikasi spidometer di tangki. Selain bentuknya simpel, bikin kondisi kemudi lebih apik dilihat. “Spidometer ini diambil dari motor Kawasaki. Tapi, saya lupa tipe-nya apa,” sebut Ery.

Tangki sendiri dibuat dari pelat galvanis tebal 1,2 mm. Buat pemasangan spidometer yang masih usung gerak mekanis ini, dibuat dudukan di tangki pakai 2 baut 8 mm yang proses pengencangannya dilakukan dari bagian bawah.

Terakhir, soal pemilihan kelir pacuan. Ery ingin pakai tiga kombinasi warna. “Gue suka banget motor KTM. Maka itu, setidaknya tiga warna khas motor SE itu ada. Yaitu, Oranye-putih dan hitam,” kata pria yang juga punya Kawasaki Ninja 150 modif full KTM 125 SX itu.

Sebagai pendukung tampilan modif, seluruh bagian engine bahkan pelek dan variasi kecil lainnya dilabur proses powder coating. “Biar lebih dapat hasil maksimal,” tutup Ery yang juga hobi adventure itu. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 100/80-18
Ban belakang : Swallow 120/80-18
Pelek depan : TK 2,50x18
Pelek belakang : TK 3,00x18

Karburator : Keihin PE28

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com

Sabtu, 08 September 2012

Modifikasi Honda Mega Pro


Tiga modifikator beken asal Purwokerto berkolaborasi. Katanya sih untuk menghasilkan karya ciamik. Membangun Honda Mega Pro yang mengusung konsep motor sport dengan bodi gado-gado hasil comotan part motor lain.

Contoh lampu depan bikinan Mugi Eling dari Evolution Custom (EC) yang disempurnakan Siswo Winoto from Wins Paddock (WP) asal Purwokerto. Memanfaatkan reflektor depan New Jupiter-Z.

Bagian atas dudukan reflektor dibuat menonjol, sebab lampu depan New Jupiter-Z sudah manyun. Makanya ubahan tameng depan mengacu pada Ducati 1098 yang bentuk lampunya sedikit beda. Kolaborasi lainnya tengok buritan. Jika depan condong ke moge, model buntut pilih macam Ninja 250R.


 
Setang jepit perkuat aksi, Bentuk jok susun bertingkat
Modifikator ke-3 yang ikut andil adalah Harjito Metal asal Kota Dawet Ayu. Modifikator beken disapa HJM cuma menambahkan bentuk baru pada sepatbor depan biar hasilnya sempurna.

KAKI-KAKI LOKALAN

 

Corong angin dan fairing bawah full tiru desain Ducati, Lengan ayun pelat 4 mm dipermanis kondom model stabilizer ala moge
Bodi ciamik dimaksimalkan kaki-kaki yang masih andalkan komponen standar dan beberapa part lokal. Contoh peredam kejut depan asli pabrik yang dipadu lengan ayun hand made bikinan Wins Paddock.

Menggunakan pelat 4 mm yang dibentuk seperti model konvensional. Lalu dipermanis kondom model stabilizer ala moge mengandalkan material fiberglass agar terlihat besar.

Lantas untuk monosoknya, modifikator berkulit gelap ini memakai produk aftermarket yang gampang diaplikasi. “Cuma buat mengaplikasinya, saya menghitung sudut agar rebound enak saat dipakai riding,” papar lajang penggila sepeda down hill ini. (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Ban depan : Dunlop 110/70-17
Ban belakang : Dunlop 130/70-17
Lampu belakang : LED
Pelek : Rossi
Setang : Ride it
Knalpot : Kaliber
WP : 0815-4888-6755


SUMBER :http://motorplus.otomotifnet.com