Tampilkan postingan dengan label variasi montor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label variasi montor. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Modifikasi Suzuki Thunder 125

Suzuki New Thunder 125 punya banyak yang baru. Mulai dari desain yang sebenarnya baru dan mesin yang baru juga. Meski sudah sejak bulan Juni lalu diluncurkan, enggak ada salahnya kalau saat ini baru di coba. Lebih baik telat dari pada enggak sama sekali.

Desain dan Fitur Mirip Tapi Beda

Tentang desain yang tak banyak berubah, pihak Suzuki angkat bicara. "Desain Suzuki Thunder 125 masih digemari, makanya kami tetap pertahankan," buka Suandi Widiarto, Deputy GM Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Jadi jangan heran kalau perbedaanya baru bisa dilihat bila diperhatikan dengan seksama. Tanki baru misalnya, mampu memuat bahan bakar hingga 15 liter, atau 1 liter lebih banyak ketimbang versi terdahulu. Tutup tankinya juga baru model flip up.

Cover tutup akinya bila diperhatikan ada sedikit perubahan bentuk pada sudutnya. Lampu belakangnya yang dulu bulat juga dibuat lebih meruncing. Desain lampu seinnya juga baru. Spion bernuansa kroom membuat tampilannya lebih mewah.

Di area kaki-kaki, desain baru bisa dilihat pada pelek yang punya bentuk palang lebih gagah dan cover knalpot dengan tampilan baru. Sayangnya airscoop di bawah mesin malah dihilangkan.

Oiya, satu lagi yang berbeda adalah speedometernya sudah digital. Tampilan speedometer dan takometer memang masih analog dengan jarum tapi kini dilengkapi gear indicator dan trip meter dalam bentuk digital.

Cirinya, waktu pertama kali kunci kontak diputar ke On, jarum speedometer langsung bergerak sama melakukan kalibrasi. Oiya, aplikasi panel digital ini juga menghilangkan kabel speedometer di roda depan. Jadi lebih ringkas!

Mesin Lebih Halus

Bukan cuma bodi yang baru, mesinnya juga baru. Dari luar, mesin baru Thunder 125 terlihat lebih berotot. Ini ada hubungannya dengan penambahan engine balancer yang mengakibatkan bentuk crank case-nya berubah.

Engine balancer ini terbukti membuat mesin Thunder baru lebih halus dan minim getaran. Baik saat langsam maupun ketika digeber. Pindah giginya juga halus dan mudah dilakukan.

Data spesifikasi dari Suzuki menyebutkan motor yang tetap pakai bore x stroke, 57 x 48,8 mm ini tenaga puncaknya mencapai 11,28 Ps di 9.000 rpm. Wajar kalau tenaganya baru enak di putaran mesin 5.000 rpm ke atas, itupun terasa halus juga. Sedang limiter dipatok di 10.500 rpm.

Digeber abis di lintasan sepanjang 900 meter dengan berat badan tester 72 kilogram, Thunder 125 baru ini hanya mentok di kecepatan 100 km/jam. Cukup lah untuk harian, toh enggak selalu ngebut sampai 100 km/jam.

Sedang konsumsi bahan bakarnya mencapai 43 km/liter. Catatan ini diperoleh dari beragam kondisi jalanan, ada macet dan lancar.

Handling Nyaman!

Posisi berkendara Thunder 125 yang baru ini tetap sama seperti versi terdahulu. Joknya empuk dan pendek, biker dengan tubuh tak terlalu tinggi pun akan merasa sangat nyaman.

Posisi setangnya juga tinggi, buat jalan jauh akan terasa lebih santai. Kaki juga enggak terlalu maju atau mundur, pas lah! Boncengers juga dimanjakan dengan jok yang empuk dan pijakan kaki yang tidak terlalu tinggi.

Handingnya juga nyaman. Karena bobot motor secara keseluruhan ringan, buat berkelok jadi mudah. Suspensinya juga empuk, ramah pada jalanan berlubang. Artinya motor yang dijual Rp Rp 15,5 juta (on the road Jakarta) ini lumayan asik buat harian! (motorplus-online.com)

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com

Minggu, 14 Oktober 2012

Modifikasi Suzuki Thunder 250

Mungkin ini bisa dibilang buah dari hasil persahabatan antara Tan David Pranata dengan Kwendy Alexander. Terobsesi karena sahabatnya melakukan modifikasi cafe racer, Tan David Pranata atau yang biasa dipanggil David juga melakukan hal yang sama pada Suzuki Thunder 250 miliknya itu. Mantap bro virusnya.

Untuk masalah modif, David menyerahkan Thunder 250 kesayangan kepada Doni Ariyanto yang memiliki sapaan akrab Doni selaku pemilik bengkel Studio Custom. Dia bermarkas di Jl. Kesehatan Raya Kolom 3A, Bintaro, Jakarta Selatan.

“Kalau saya sih pengin motor dioprek jadi bobber ala tahun 50-an. Dimana sektor kaki-kaki menjadi gendut. Dan tempat duduk dibikin lebih turun ala chopper 60-an,” ungkap David yang memiliki usaha garmen itu.

Proses yang dilakukan oleh Doni terbilang tidak mudah, tempat duduk yang dibikin ala chopper 60-an sesuai diingikan David harus melakukan beberapa potongan di bagian frame.

Frame standar yang lurus harus dipotong beberapa bagian. Sektor atas frame yang dipakai untuk tempat duduk dipanaskan lalu dibengkokkan agar lurus. Bagian tengah rangka yang dipakai untuk penyangga juga dipotong lebih pendek. Agar mencapai subframe atau tempat duduk yang lebih turun,
Tidak hanya tempat duduk yang berubah. Akibat pemotongan frame, tangki yang dibuat oleh Doni pun harus menambah beberapa dudukan.

Untuk ubahan kaki-kaki, Doni menggunakan pelek custom diameter 16 inci dengan lebar 3,5 untuk depan dan 4,5 buat yang belakang. Dipadu dengan ban Firestone Deluxe Champion 5,00-16 untuk ban depan dan belakang.

Lengan ayun pun dicustom mengandalkan pipa seamless 1,25 inci. “Kan ban belakang sudah besar banget tuh. Kalau tetep mempertahankan swing arm bawaan Thunder 250, pasti harus dilebarkan lagi. Daripada repot dan untuk minim biaya, mendingan dibuat saja swing arm yang pas buat ban lebar ini,” ungkap Doni dengan santai.

Untuk mengimbangi lengan ayun yang sudah mekar, suspensi juga mengikuti. “Saya aplikasi sokbreker belakang copotan H-D Sportster 883,” ungkap Doni lebih jauh menjelaskan.

Agar sesuai tampilan yang sudah garang, Doni memasang knalpot aftermarket buatan Jet Hot. Knalpot ini mampu menghasilkan suara menggelegar dan menghancurkan dunia. Tutup Doni sambil tertawa puas. Ha..ha..  (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Lengan ayun  : ARM custom
Setang  : Custom
Kaliper depan : Tokico
Cakram depan : Kumis


sumber : http://motorplus.otomotifnet.com